Realisme

Realisme adalah salah satu perspektif dalam disiplin hubungan internasional dan politik global yang paling utama. Ole Holsti misalnya menyebut realisme sebagai “the most venerable and persisting model of internasional relations” (Holsti, 1995: 36). Hal ini menegaskan bahwa sekalipun banyak muncul teori-teori dalam hubungan internasional dan kritik tajam terhadap realisme namun  perspektif ini pada kenyataannya tetap bertahan hingga saat ini. Thomas Hobbes, seorang filsuf yang sekaligus pemikir realisme klasik dan penulis Leviathan menyatakan bahwa kondisi internasional adalah “bellum omnium contra omnes” atau war of all against all. Selain itu, Hans J. Morgenthau yang dijadikan sebagai pemikir utama perspektif Realisme dalam bukunya yang termasyhur The Politics Among Nations menyatakan bahwa “international politics like all politics is struggle for power” (Morgenthau, 1978: 31).

Dalam perspektif realisme, negara (state) adalah aktor utama yang memiliki kedaulatan (sovereignty) dalam menjalankan praktek hubungan internasional. Aktor-aktor lain yang terlibat dalam aktivitas hubungan internasional lebih bersifat sekunder karena dinamika politik global sepenuhnya digerakkan oleh negara. Alexius Jemadu menyimpulkan bahwa realisme mengasumsikan politik global sebagai kumpulan negara-negara yang memperjuangkan kepentingan nasional (national interest) sebagai tujuan utama dan militer sebagai instrumennya (Jemadu, 2008: 20).

Kepentingan nasional yang dimaksudkan oleh perspektif realisme adalah kepentingan negara sebagaimana yang dirumuskan oleh para pembuat kebijakan atau keputusan.  Hal ini sejalan dengan yang dinyatakan oleh Donnelly bahwa, dalam hubungan internasional perspektif realisme adalah sebuah tradisi  pemikiran yang menekankan  pada perintah negara untuk mengejar kekuasaan politik (power politics) dan kepentingan nasional (Donnelly, 2001: 29). Negara dan kepentingan nasional merupakan dua hal yang paling ditekankan oleh para pemikir realisme dan karenanya dua hal ini sering dianggap sebagai elemen fundamental dalam menjelaskan perilaku dan tujuan negara dalam praktek hubungan internasional.